Jakarta-Di tengah perjalanan waktu yang terus bergerak tanpa kompromi, pertambahan usia sering kali menjadi sekadar angka bagi sebagian orang. Namun bagi Mangihut Sinaga, momentum ulang tahun justru menjadi refleksi panjang atas pengabdian, integritas, dan dedikasi terhadap bangsa serta masyarakat.
Lahir pada 8 April 1962, Mangihut Sinaga bukan sekadar nama dalam daftar pejabat publik. Ia adalah sosok yang menapaki karier dari bawah hingga mencapai posisi strategis, baik di institusi penegakan hukum maupun di panggung politik nasional.
Lebih dari tiga dekade, Mangihut Sinaga mengabdikan diri di Kejaksaan Republik Indonesia. Kariernya tidak dibangun dengan jalan pintas atau sensasi media, melainkan melalui disiplin panjang dan kerja keras yang konsisten. Ia pernah menjabat berbagai posisi penting hingga dipercaya sebagai Staf Ahli Jaksa Agung RI sebelum akhirnya memasuki masa purnabakti.
Bagi kebanyakan orang, pensiun adalah garis akhir. Tapi tidak bagi Mangihut. Ia justru memilih jalur baru: politik. Keputusan yang, jujur saja, biasanya penuh drama dan kompromi. Namun dalam kasusnya, itu terlihat seperti kelanjutan logis dari satu hal: pengabdian.
Pada Pemilu 2024, ia terpilih sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan Sumatera Utara III dan kini bertugas di Komisi III yang membidangi penegakan hukum.
Dalam lanskap politik yang sering membuat publik mengernyitkan dahi, Mangihut datang dengan latar belakang hukum yang kuat. Ia dikenal sebagai figur yang tegas, disiplin, dan menjunjung tinggi prinsip keadilan.
Perjalanan panjangnya di dunia hukum membentuk karakter kepemimpinan yang tidak sekadar administratif, tetapi juga substantif. Ia tidak hanya memahami aturan, tetapi juga realitas di lapangan, sesuatu yang cukup langka di dunia yang kadang lebih sibuk dengan pencitraan daripada kerja nyata.
Peran Sosial dan Ikatan Kekeluargaan
Di luar dunia formal negara, Mangihut Sinaga SH MH juga dikenal sebagai Ketua Dewan Pembina Parsadaan Pomparan Toga Sinaga Boru (PPTSB). Perannya di organisasi ini menunjukkan bahwa pengabdian tidak berhenti di gedung parlemen atau institusi negara, tetapi juga menyentuh akar sosial dan budaya.
Di sinilah sisi lain dari seorang tokoh publik terlihat: bukan hanya sebagai pejabat, tetapi sebagai bagian dari komunitas yang hidup dan berkembang bersama masyarakatnya.
Pertambahan usia Mangihut Sinaga bukan sekadar perayaan personal, melainkan momen refleksi kolektif. Sebuah pengingat bahwa perjalanan panjang, jika dijalani dengan konsistensi dan integritas, dapat memberi dampak nyata.
Ucapan syukur yang mengalir bukan hanya tentang panjang umur, tetapi tentang keberlanjutan pengabdian. Harapan publik sederhana, meski kedengarannya seperti permintaan langka: tetap teguh, tetap bersih, dan tetap berpihak pada masyarakat.
Karena pada akhirnya, usia bukan soal angka yang bertambah, tetapi tentang seberapa banyak arti yang ditinggalkan. Dan di dunia yang kadang terasa absurd ini, menemukan satu sosok yang setidaknya mencoba berjalan lurus… ya, itu layak disyukuri.
"Selamat Ulang Tahun Ma Di Ketua Dewan Pembina PPTSB Se Dunia Bapak Mangihut Sibaga, SH., MH (Anggota DPR RI). Panjang Umur,Sehat, Sukses, Banyak Rezeki Diberkati Tuhan, Semakin Bijaksana Dalam Melayani Masyarakat Indonesia dan Warga PPTSB,"ujar Dompak Sinaga. .(AsenkLeeSaragih)


0Komentar